Kontroversi Pencoretan Pemain ISL di Timnas

Sabtu, 16 Maret 2013

Kontroversi Pencoretan Pemain ISL di Timnas -  Sempat terjadi sedikit kekusutan pada pemusatan latihan tim nasional Indonesia hari ini, Jumat (15/3). Luis Manuel Blanco sempat mencoret sejumlah pemain, namun hal itu dibatalkan setelah ada protes dari pihak pemain dan BTN (Badan Tim Nasional).

Jumat siang, Blanco secara tiba-tiba mencoret 14 pemain seperti Samsidar, Zulkifli Syukur, Zulham Zamrun, Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman, Tantan, Boaz Solosa, Patrich Wanggai, Ian Luis Kabes, Emanuel Wanggai, Ruben Sanadi, Ferinando Pahabol, dan Ricardo Salampessy. Alasannya, mereka dinilai melakukan tindakan indisipliner.

"Saya dan teman-teman tadi siang habis shalat Jumat diminta suruh pulang oleh Blanco. Alasannya tidak tahu. Katanya kami tidak memenuhi syarat," ucap Samsidar memaparkan.

"Kagetlah, tapi kami kan baru ikut latihan tadi pagi. Teman-teman juga kaget dan bingung. Tapi mau diapakan lagi, kami akan balik masing-masing. Cuma belum tahu kapan, kalau saya mungkin besok. Pemain lainnya ada yang sudah siap-siap balik juga," lanjutnya.

Blanco rupanya mencoret beberapa pemain lantaran mereka izin untuk tidak mengikuti sesi latihan pagi. Sementara, dari penjelasan para pemain, mereka memilih untuk absen latihan pagi karena banyak pemain baru tiba di Jakarta dan kelelahan. Namun, menurut Zulkifli Syukur, mereka sudah meminta izin kepada pelatih.

Setelah dicoret, Samsidar mengungkapkan bahwa beberapa pemain sudah siap untuk cabut dari pemusatan latihan. Namun, mereka ditahan oleh pihak BTN. Melalui BTN itulah kemudian keputusan Blanco dianulir.

Wakil BTN, Harbiansyah, mengaku kecewa atas keputusan Blanco tersebut. Dirinya pun telah berupaya untuk memberikan pengertian kepada Blanco perihal masalah tersebut. Menurutnya, para pemain itu masih kelelahan dan berada dalam masa pemulihan.

"Saya tidak setuju, karena beberapa pemain ini baru bertanding dan harus memulihkan tenaganya. Saya khawatir pelatih ini tidak mengerti bola. Karena kami sudah berupaya memanggil pemain," kata Harbiansyah.

"Alasannya tidak disiplin. Seharusnya mereka berbicara dulu kepada pihak BTN. Tidak disiplinnya seperti apa. Anak-anak baru datang hari Rabu. Saya curiga dia bukan pelatih. Habis bertanding tidak bisa digenjot seperti itu, kalau pemain ISL tidak bisa masuk ya semua saja dikeluarkan. Belum melihat secara benar, tapi sudah dicoret saja."

Pada akhirnya, ke-14 pemain yang hampir dicoret itu kembali mengikuti latihan di pinggir Lapangan C bersama beberapa pemain lainnya.
More aboutKontroversi Pencoretan Pemain ISL di Timnas

Berita Terbaru Latihan Timnas Indonesia

Berita Terbaru Latihan Timnas Indonesia -  Pelatih mencoret pemain yang tak disiplin, pihak BTN menganulirnya. Penonton menyindir pemain yang berlatih, yang disindir pun tidak senang dan berbalik menghampiri penonton.

Itulah yang terjadi pada sesi latihan timnas hari ini, Jumat (15/3/2013), yang semula sempat diprediksi akan "meriah" karena mulai akan diikuti oleh lebih banyak pemain.

Kontroversi di sesi tersebut diawali ketika tadi siang Blanco mencoret 14 pemain, setelah memimpin sesi latihan pagi. Alasannya, mereka dinilai indisipliner. Ke-14 pemain tersebut adalah Samsidar, Zulham Zamrun, Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, Zulkifli Syukur (Mitra Kukar), Ponaryo Astaman, Tantan (Sriwijaya), Boaz Solossa, Riccardo Salampessy, Immanuel Wanggai, Ferinando Pahabol, Patrich Wanggai, Ian Louis Kabes, dan Ruben Sanadi (Persipura).

Namun, wakil ketua Badan Tim Nasional (BTN) Harbiansyah tidak terima dengan putusan Blanco tersebut. Bahkan terlontar dari mulutnya kemungkinan mencopot pelatih Argentina yang baru sebulan direkrut pihaknya itu.

"Mana ada pelatih yang langsung mencoret pemain sebelum kita berlatih. Menyentuh bola pun mereka juga belum. Saya jadi ragu tentang kapasitas dia sebagai pelatih," cetus Harbiansyah.

"Saya akan laporkan kepada ketua BTN. Harus ada evaluasi. Karena kita masih punya beberapa pelatih, seperti Jacksen Thiago, dan Rahmad Darmawan. Walau pelatih punya hak, tapi jika di luar nalar maka merupakan kesalahan besar."

Kemudian, pada sesi latihan sore di Lapangan C Senayan, latihan sempat diikuti hanya 23 pemain. Setengah jam kemudian menyusul 14 pemain yang dicoret tadi, plus beberapa pemain lain. Setibanya di lapangan mereka tidak langsung turun. Mereka masuk ke ruang ganti dan sempat terdengar nada-nada bercanda. Harbiansyah kemudian meminta mereka ke lapangan dan ikut berlatih.

"Sudah kalian ikut saja dulu. Lari-lari, masa mau di dalam ruangan terus," bujuk dia.

Para pemain itu akhirnya mau mengikuti latihan yang dipimpin asisten pelatih Jorge Di Gregorio dan pelatih fisik Marcos Connena, yang berlangsung selama sekitar 30 menit. Sesudah itu mereka kembali ke ruang ganti. Hamka Hamzah sempat berseloroh dengan mengatakan, "Udah ah, kita nonton timnas IPL saja."

Sementara itu, di pinggir lapangan, sejumlah penonton masih mengikuti sesi tersebut. Ketika terdengar ada yang berseloroh, "ayo dong, yang latihan jangan timnas IPL saja, kita ingin semua pemain timnas", beberapa pemain terlihat emosi dan menghampiri ke arah penonton. Sempat terlihat adu argumentasi di antara mereka.

Suasana tak kondusif berlanjut ketika seluruh pemain bubar menuju bus untuk kembali ke hotel. Dengan nada tinggi dan mengundang perhatian banyak orang, Hamka Hamzah tiba-tiba sempat berseru, "Apa itu pemain naturalisasi. Sini gue tampol-tampolin!"
More aboutBerita Terbaru Latihan Timnas Indonesia

Peringkat Timnas Indonesia di Rangking FIFA 2013

Kamis, 14 Maret 2013

Peringkat Timnas Indonesia di Rangking FIFA 2013 - Kalah beruntun dalam dua laga resmi membuat posisi Indonesia mengalami penurunan dalam rilis terbaru peringkat FIFA bulan Februari 2013. Bila bulan lalu Indonesia mampu nangkring di peringkat ke-156 dunia, bulan ini Indonesia harus rela turun ke peringkat 163 dunia.

Dua kekalahan Indonesia terjadi saat melawan Yordania pada laga uji coba dan melawan Irak pada laga Pra Piala Asia 2015. Imbasnya, Indonesia hanya mampu meraih 117 poin dan turun tujuh peringkat dari posisi sebelumnya.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Vietnam masih menjadi yang terbaik dengan 239 poin disusul Thailand dengan koleksi 220 poin. Sementara Malaysia berhasil mengungguli posisi Indonesia dengan meraih 130 poin.

Berikut peringkat negara-negara ASEAN dalam ranking FIFA per 14 Februari 2013:
  1. Vietnam (239 poin)
  2. Thailand (220 poin)
  3. Filipina (176 poin)
  4. Singapura (134 poin)
  5. Malaysia (130 poin)
  6. Indonesia (117 poin)
  7. Myanmar (107 poin)
  8. Laos (83 poin)
  9. Kamboja (53 poin)
  10. Brunei Darussalam (52 poin)
  11. Timor Leste (52 poin).
More aboutPeringkat Timnas Indonesia di Rangking FIFA 2013

Permainan Timnas Indonesia Tiru Barcelona

Permainan Timnas Indonesia Tiru Barcelona - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku menggemari tim sepakbola asal Spanyol, Barcelona. Soal prediksi leg kedua Liga Champions dini hari nanti, Hatta mengunggulkan Real Madrid meski bermain di kandang Manchester United di Inggris.

"Saya itu menyenangi tentu Barca pertama, favorit saya karena ada Messi di situ. Tapi Madrid juga saya suka karena ada Ronaldo. Tapi MU juga saya suka," kata Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (5/3) saat ditanya soal prediksi hasil pertandingan Manchester United versus Real Madrid.

Dalam pengamatan Hatta, permainan tim-tim Inggris bertipikal keras. Dia membandingkan dengan Barcelona. "Kalau Barca itu seniman, sebetulnya Indonesia harus meniru barca karena orangnya kecil-kecil, harus gesit. Kalau long passing, kalah. Larinya kalah, badannya kalah," tuturnya.

Hatta pun menjagokan Real Madrid akan lolos ke babak selanjutnya di Liga Champions. "Saya masih mengunggulkan Real Madrid."

Ketika ditanya skor, Ketua Umum PAN itu hanya tertawa. "Hahaha... Tapi Barca dua kali kalah sama Madrid ini, saya sedih juga hahaha..."
More aboutPermainan Timnas Indonesia Tiru Barcelona

Pembentukan Timnas Indonesia 2013

Pembentukan Timnas Indonesia 2013 - Menteri Pemuda dan Olahraga (Mepora), Roy Suryo menyatakan tak akan mengintervensi pembentukan tim nasional sepakbola jelang pertandingan Pra Piala Asia melawan Arab Saudi, 22 Maret mendatang.

Roy mempercayakan sepenuhnya kepada pelatih anyar Luis Manuel Blanco untuk menentukan siapa yang layak membela panji merah putih.

"Saya tidak akan melakukan intervensi, timnas tetap jalan dan saya percayakan penuh kepada pelatih," kata Roy usai ziarah ke makam pendiri PSSI Soeratin, di Bandung, Selasa (12/3).

Meski 10 hari jelang pertandingan pemain masih belum bisa bergabung sepenuhnya, dia yakin bahwa nantinya seluruh pemain akan komplet menghadapi Arab Saudi.

Roy menyambut baik tidak ada lagi dualisme timnas menyusul adanya kesepakatan dengan empat anggota Komite Eksekutif (EXCO) yang telah kembali ke PSSI.

Dia pun mendukung pencoretan Okto Maniani yang telah melakukan indisipliner. "Blanco kan bilang, jangankan Okto, Maradona pun akan dicoret jika melakukan indisipliner, saya mendukung hal tersebut," ungkapnya.

"Jadi mari kita dukung pelatih, jangan ada intervensi, biar dikasih keleluasaan," tandas Roy.
More aboutPembentukan Timnas Indonesia 2013